|
Nabi yang Merindu Kematian
"KINI akhir itu telah datang, usai sudah." Dari bibir Tolstoy yang bergetar memucat, kata-kata itu lirih terucap. Di sampingnya, Tatyana, anak sulung Tolstoy, pias. Ia coba lepaskan genggaman tangan ayahnya, untuk mencari dokter di ruang lain, tapi Tolstoy merapatkan genggamannya.
selanjutnya |
Berseberangan dengan Imam Syafii
16 DESEMBER 1993 adalah hari paling kelabu dalam kehidupan Abu-Zayd.
Kepahitan itu bermula dari suatu forum bahagia di Universitas kairo untuk mempertimbangkan pengangkatan Abu Zayd sebagai profesor (al-ustadz). Untuk keperluan itu, ia memberikan ...
selanjutnya |
|
Istri-Istri, Bersekolahlah
DI SEBUAH, ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluarganya yang perempuan. Saat itu tahun 1902, ketika wanita pribumi masih jauh dari mandiri karena kungkungan adat. Dan pendidikan bagi dia adalah jalan keluarnya.
selanjutnya |
Antara Negara dan Revolusi
19 DESEMBER 1948, sekitar tengah malam, di dekat desa Ngalihan, kepala Amir Sjarifuddin ditembak dengan pistol oleh seorang letnan Polisi Militer, sebuah satuan khusus dalam angkatan bersenjata Indonesia. Sebelum itu beberapa orang diperintahkan menggali sebuah lubang kubur besar.
selanjutnya |