Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

  perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa

 rubrik
  home
garis
  artikel
garis
  biografi
garis
  historiografi
garis
  gallery
garis
  historia
garis
  link
garis
  about us
garis
  kontak
garis
  buku tamu
 
 
 
SEJARAH KOTA

GRIS untuk Rakyat

JALAN Pemuda masih juga ramai. Di samping kanan-kiri jalan itu memang penuh dengan bangunan perkantoran. Namun jika jalan itu punya kenangan, Anda akan kehilangan jejak masa lalu. Salah satunya adalah gedung tua yang bernama Gedung Rakyat Indonesia Semarang (GRIS).

Gedung itu dulu merupakan sebuah sositet de Harmonie (kamar bola bilyar Harmoni) milik seorang Belanda. Karena letaknya dirasa tidak baik untuk sebuah gedung sositet, gedung itu kemudian dijual pada Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM). Sedangkan untuk gelanggang acara-acaranya sositet De Harmonie lalu membuat sebuah gedung baru di Jalan Bojong.

Agustus 1945, masa pemerintahan federal RIS, terbentuklah sebuah panitia Fonds Gris yang anggotanya mewakili penduduk kota Semarang, dan diketahui Walikota Semarang Hadisoebeno Sasrowerdoyo. Tak ada modal sepeser pun. Modal diperoleh dari kocek masyarakat yang disetor sedikit demi sedikit. Fonds Gris akhirnya berhasil melunasi pembayaran gedung itu dengan dua kali angsuran. Tahun 1950, setelah tujuan membeli gedung terlaksana, Fonds Gris dibubarkan. Penggantinya Yayasan Gedung Rakyat, yang pengurusnya tak beda dari sebelumnya.

Untuk membangun dan memperindah gedung itu, Hadisoebeno Sasrowerdoyo, Ketua Yayasan Gedung Rakyat dan juga Ketua Kesejahteraan Kota Semarang memberikan pinjaman tanpa bunga, antara lain untuk membangun gedung teater pada tahun 1953. Gedung itu kemudian dipinjamkan pada kelompok wayang orang Ngesti Pandowo dari Tulungagung. Ia juga merehab gedung kesenian yang seperti los tembakau itu dan melengkapinya dengan peralatan yang memadai. Khususnya menghadapi Kongres PNI ke VIII tahun 1956.

Selain untuk keperluan kesenian, rapat dan organisasi lainnya, Gedung GRIS juga dipakai untuk resepsi, pelelangan kayu, perpustakaan rakyat, dan sebagainya. Termasuk untuk pemutaran bioskop dan permainan bilyar, kampus sebuah akademi bahasa, dan sebagainya.

Pusat kesenian dan aktivitas warga Semarang itu kini lenyap. Sebuah pagar seng mengelilingi bangunan rakyat itu. Dan belum ada penggantinya.

Kembali

 
Copyright © 2000